SURAT PEMBUKAAN ( AL FATEHAH )
Surat 15 ayat 87
87. dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang[2] dan Al Quran yang agung.
Surat 39 ayat 23
23. Allah telah menurunkan Perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang [3], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.
Surat 1 ayat 1 – 7
1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[4].
2. segala puji[5] bagi Allah, Tuhan semesta alam[6].
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. yang menguasai[7] di hari Pembalasan[8].
5. hanya Engkaulah yang Kami sembah[9], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[10].
6. Tunjukilah[11] Kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka[12]; bukan (jalan) mereka yang dimurkai[13] dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[14]
-------------------------------------------------------------------------
[1] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
[2] Yang dimaksud tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang ialah surat Al-Faatihah yang terdiri dari tujuh ayat. sebagian ahli tafsir mengatakan tujuh surat-surat yang panjang Yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maaidah, An-Nissa', Al 'Araaf, Al An'aam dan Al-Anfaal atau At-Taubah.
[3] Maksud berulang-ulang di sini ialah hukum-hukum, pelajaran dan kisah-kisah itu diulang-ulang menyebutnya dalam Al Quran supaya lebih kuat pengaruhnya dan lebih meresap. sebahagian ahli tafsir mengatakan bahwa Maksudnya itu ialah bahwa ayat-ayat Al Quran itu diulang-ulang membacanya seperti tersebut dalam mukaddimah surat Al Faatihah.
[4] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
[5] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berarti: menyanjung-Nya karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
[6] Rabb (tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.
[7] Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
[8] Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.
[9] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[10] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
[11] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
[12] . mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. [surat 19 ayat 58 ]Dan juga sesuai dengan [surat 57 ayat 19].serta [surat 4 ayat 69].
[13]. Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai ialah ditujukan kepada bani Israil yaitu mereka sudah jelas jelas tahu isi kitabnya tapi tidak mau menjalankannya dan bahkan mereka merubah rubah kitabnya sesuai hawa nafsunya (Munafik)
[14] Yang dimaksud dengan mereka yang sesat ialah ditujukan kepada orang nasrani yang jelas jelas sesat yang menigakan tuhan , / semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam. ( MUSYRIK )
-------------------------------------------------------------------------
surat 19 ayat 58
أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا
58. mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
surat 57 ayat 19
وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ أُولَئِكَ هُمُ الصِّدِّيقُونَ وَالشُّهَدَاءُ عِنْدَ رَبِّهِمْ لَهُمْ أَجْرُهُمْ وَنُورُهُمْ وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
19. dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien[15] dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. bagi mereka pahala dan cahaya mereka. dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka Itulah penghuni-penghuni neraka.
-------------------------------------------------------------------------
[15] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.
-------------------------------------------------------------------------
surat 4 ayat 69
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
69. dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin[16], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.
------------------------------------------------------------------------------
[16] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.
-------------------------------------------------------------------------------
Surat “ AL FAATHIHAH “ ( Pembukaan ) yang di turunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama tama diturunkan dengan lengkap diantara surat surat yang ada dalam Al Qur’an dan termasuk golongan surat Makiyah.
Surat ini disebut “ Al Faathihah “ (pembukaan ) karena dengan surat ini dibuka dan dimulainya Al Qur’an.
Dinamakan “Ummul Qur’an” (Induk Al Qur’an) atau “Ummul Kitab” (Induk Kitab) karena dia merupakan induk bagi semua isi Al Qur’an, serta menjadi inti sari dari kandungan Al qur’an dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap tiap sholat / sembahyang.
Dinamakan pula “As Sab’ul matsaany” (tujuh yang berulang ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang ulang dalam sholat / sembahyang.
Nabi bersabda : Artinya : ( surah ) Al Hamdulillah itu Ummul Qur’an ( Induk Alqur’an ), Ummul Kitab ( Induk Al kitab ), Al Sab’ul matsaani ( tujuh yang berulang ), Al Syifaa’ ( penyembuh ), Al Asas ( dasar ), Al Waaqiyah ( pelindung ), Al Kaafiyah ( pencakup ), Ar Ruqiyah ( penangkal ), Alqur’anul adziim ( AlQur’an yang agung ). ( HR Turmudzi dari abu hurairah )
PENDAHULUAN
Kembali
1. Alquran diturunkan untuk semua manusia / semesta alam
2. Alquran membenarkan kitab kitab yang dahulu dan batu ujian bagi kitab kitab itu
3. Manusia akan mengetahui isi kebenaran Al qur an masa sekarang & akan datang
4. Bagi tiap tiap masa ada rosul beserta kitab kitabnya
5. Nabi / Rosul ada yang diceritakan dan ada yang tidak diceritakan
1. Alquran diturunkan untuk semua manusia / semesta alam
2. Alquran membenarkan kitab kitab yang dahulu dan batu ujian bagi kitab kitab itu
3. Manusia akan mengetahui isi kebenaran Al qur an masa sekarang & akan datang
4. Bagi tiap tiap masa ada rosul beserta kitab kitabnya
5. Nabi / Rosul ada yang diceritakan dan ada yang tidak diceritakan
KATA PENGANTAR
Kembali
Sholawat dan salam kita tujukan kepada junjungan nabi kita rosulullah saw, para kerabat dan sahabat serta penerus perjuangan beliau. Semoga berkenan memberikan kedudukan yang terpuji kepada mereka yang meneruskan risalah rosul dan mengangkat sinar agama allah.
Sholawat dan salam kita tujukan kepada junjungan nabi kita rosulullah saw, para kerabat dan sahabat serta penerus perjuangan beliau. Semoga berkenan memberikan kedudukan yang terpuji kepada mereka yang meneruskan risalah rosul dan mengangkat sinar agama allah.
Segala puji bagi Allah, kami memuji, meminta tolong dan memohon ampunannya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan jeleknya amal amal kami, barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah tiada seorangpun yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah tiada seorangpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya dan Akupun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rosulnya.
Penyusun berharap para pembaca tuntas dalam membaca buku ini dan semoga para pembaca bertambah ilmunya, pelajarilah ilmu pengetahuan umum maupun ilmu agama baik laki laki maupun perempuan karena itu adalah suatu kewajiban bagi tiap tiap manusia atau seorang muslim serta amalkan lah karena itu semua sebagian dari syiar sebelum ajal atau maut menjemput anda. Semoga amal amal yang baik diterima disisi Allah dan amal amal yang buruk di hapus oleh Allah dan semoga taubat kita diterima allah sebelum mati dan semoga memperoleh ilmu yang bermanfaat. amin amin amin
Demikianlah kami persembahkan buku ini dengan memohon pertolongan, hidayah dan taufik dari Allah SWT.
Jawa Timur, Tahun 2012
Penulis / Penyusun
Abdul Hamid
NOTE / CATATAN
SURAT ALBAQARAH AYAT 159 - 161
159. Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati,
160. kecuali mereka yang telah taubat dan Mengadakan perbaikan[105] dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.
161. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam Keadaan kafir, mereka itu mendapat la'nat Allah, Para Malaikat dan manusia seluruhnya.
--------------------------------------------------------------------------------------------
[105] Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
|
CONTACT
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Apabila ada suatu hal atau masalah yang perlu ditanyakan anda bisa menghubungi saya di :
alamat email saya : abdulhamidkk@gmail.com
abdulhamidkk4@gmail.com
sekian terima kasih atas perhatiannya
ABDUL HAMID
-----------------------------------------------------------------------------------------------
DO'A DALAM ALQURAN
Inilah doa doa yang ada dalam kitab suci Alqur’an :
DOA 1
1. Allahlah yang memperkenankan doa doa hamba hambanya
Surat 40 ayat 60
60. dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".
Surat 7 ayat 55 – 56
55. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[2].
56. dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Surat 42 ayat 26
26. dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.
Surat 2 ayat 186
186. dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Surat 27 ayat 62
62. atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi[3]? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).
Surat 13 ayat 14
14. hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, Padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya[4]. dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
Surat 14 ayat 34
34. dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
Surat 94 ayat 5 – 8
5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain[5],
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
Surat 20 ayat 7
7. dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, Maka Sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi[6]
Surat 55 ayat 29
29. semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadanya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan[7].
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[1] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.
[2] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.
[3] Yang dimaksud dengan menjadikan manusia sebagai khalifah ialah menjadikan manusia berkuasa di bumi.
[4] Orang-orang yang mendoa kepada berhala dimisalkan seperti orang yang mengulurkan telapak tangannya yang terbuka ke air supaya air sampai ke mulutnya. hal ini tidak mungkin terjadi karena telapak tangan yang terbuka tidak dapat menampung air.
[5] Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah Maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia Maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.
[6] Maksud ayat ini Ialah: tidak perlu mengeraskan suara dalam mendoa, karena Allah mendengar semua doa itu walaupun diucapkan dengan suara rendah
[7] Maksudnya: Allah Senantiasa dalam Keadaan Menciptakan, menghidupkan, mematikan, Memelihara, memberi rezki dan lain lain.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Adapun adab berdoa menurut Imam Al Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddiin ada 10 yaitu :
1. Memilih waktu waktu mulia
1. Bertepatan dengan hari Arafah..
2. Selama dalam bulan Ramadhan.
3. Memilih hari Jum’at.
4. Pada waktu sahur.
2. Mengambil segala hal keadan yang mulia antara lain:
1. Ketika maju di medan perang.
2. Ketika mengerjakan Shalat lima waktu .
3. Doa antara adzn dan iqamat.
4. Doa ketika berbuka.
6. Doa ketika Sujud.
3. Dengan menghadap kiblat dan mengangkat tangan
4. Merendahkan Suara antara sembunyi dan nyaring.
5. Tidak melebih lebihkan sajak.
6. Merendahkan diri dan khusyu’ dan gentar.
7. Mantap, berdoa dan yakin akan diterima.
8. Bersungguh sungguh dan mengulang ulang tiga kali, jangan merasa terlambat diterima doa itu.
9. Memulainya dengan membaca dzikir dan bershalawat kepada nabi saw.
10. Yang terpenting dan merupakan pokok terkabulnya doa, bertaubat, mengembalikan segala kedzoliman dan menghadap sungguh sungguh pada Allah.
16 Waktu dan 16 tempat doa dikabulkan
16 waktu doa dikabulkan
* MALAM JUMAAT ATAU
* MALAM HARI RAYA AIDIL FITRI
* MALAM HARI RAYA AIDIL ADHA
* MALAM 10 MUHAMRRAM
* MALAM NISFU SYA’ABAN
* MALAM ‘LAILATUL QADAR’
* MALAM SEPERTIGA MALAM YANG YANG AKHIR
* KETIKA HENDAK BERBUKA
* ANTARA AZAN DAN IQAMAH
* PADA WAKTU KHATIB DUDUK ANTARA DUA KHUTBAH
* SETELAH SELESAI SOLAT FARDHU
* ANTARA ZOHOR DENGAN ASAR
* SELEPAS KHATAM AL-QURAN
* KETIKA MULA-MULA TURUN HUJAN TERUTAMA SELEPAS KEMARAU
* SETELAH MELAKUKAN AMAL SOLEH
* SELEPAS BERSEDEKAH KEPADA FAKIR MISKIN
16 TEMPAT DIMAKBULKAN DOA
* KETIKA MELIHAT KAA’BAH
* DITEMPAT MELAKUKAN TAWAF
* DISISI MULTAZAM
* DIBAWAH PANCURAN EMAS
* DISISI TELAGA ZAMZAM KETIKA TENGGELAM MATAHARI
* DIBELAKANG MAKAM IBRAHIM
* DIATAS BUKIT SOLAT/sofa
* DIATAS BUKIT MARWAH
* DITEMPAT SA’I
* DI ARAFAH TERUTAMA SELEPAS ASAR MENJELANG MATAHARI HENDAK MASUK
* DI MUZDALIFAH
* DI MINA
* DISISI JAMRAH AL-ULA
* DISISI JAMRAH AL-WUSTO
* DISISI JAMRAH AL-’AQABAH
* DIDALAM RAUDHAH MASJID NABAWI (MADINAH)
Inilah doa doa yang ada dalam kitab suci Alqur’an :
DOA 1
DOA 2
DOA 3PARA IMAM
Imam syafi.i Imam Maliki Imam Abu al-Hasanal-Asy'ari
Imam Bukhari Imam Muslim Imam Nasa'i
Imam Baihaqi Imam Hanafi Imam Turmudzi
Imam Ibnu Majah Imam Jalaludin As suyuthi Imam AT-Tabari
Imam Ibnu Hajaral-Asqalani Imam Abu Dawud Imam Hambali
Imam Nawawi Imam Ibnu Katsir Imam adz-Dzahabi
Imam Al-Hakim Imam Ahmad Syaikh Abdul Qadir Al jailaniAHLUS SUNNAH WAL JAMA AH
TENTANG ALQURAN
Al-Qur’an adalah kitab yang terdiri atas ayat-ayat dan surat-surat yang diturunkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang timbul. Proses turunnya al-Qur’an secara bertahap juga sangat membantu manusia dalam memahami dan mengikuti kandungan petunjuk kitab suci tersebut.
Beradasarkan realitas sejarah, ayat-ayat al-Qur’an ada yang turun dengan didahului oleh sebab tertentu yang melatarbelakanginya, dan ada pula yang turun tanpa didahului oleh sebab tertentu. Dan diantara ayat-ayat yang turun dengan didahului oleh sebab tertentu, ada yang sebabnya tergambar secara tegas dan gamblang dalam teks ayat itu, dan ada pula yang tidak dinyatakan secara jelas dalam ayat yang bersangkutan. Ayat al-Qur’an yang secara tegas menyatakan sebab turunnya, antara lain tampak dalam ayat yang memuat kata-kata “يسئلونك” (mereka bertanya kepadamu) atau “يستفتونك” (mereka meminta fatwa kepadamu). Sedangkan ayat yang tidak memuat secara tegas sebab turunnya dapat dilacak dan dipelajari melalui hadits-hadits Nabi Saw.
Oleh karena itu, salah satu hal penting dalam upaya memahami kandungan pesan al-Qur’an secara utuh adalah mempelajari dan mengetahui konteks latar belakang yang menjadi sebab turunnya al-Qur’an tersebut.
Pengertian Asbab al-Nuzul
Sebelum dikemukakan pengertian “Asbab al-Nuzûl” secara utuh dalam pandangan ulama ‘Ulum al-Qur’an, maka perlu dikemukakan pengertian dari kedua kata yang merangkainya secara kebahasaan. Kata “Asbab” merupakan bentuk plural dari kata tunggal “sebab”, yang secara kebahasaan bermakna: “segala sesuatu yang dijadikan jalan yang dapat menghubungkan atau menyampaikan kepada sesuatu lainnya”. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah [2] ayat 166:
Artinya: “(yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali”. (Q.S. al-Baqarah [2]: 166)
Sedangkan kata “nuzul”, menurut bahasa setidaknya memilik dua pengertian, yaitu: (1) “Gerakan menurun dari suatu tempat yang tinggi ke tempat yang rendah” (al-inhidar aw al-inhithath min ‘uluwwin ila safalin), seperti ungkapan “نزل فلان من الجبل”, Si A turun dari atas gunung; dan (2) “Mendiami, menempati, atau mampir pada suatu tempat” (al-hulul), sebagaimana dalam ungkapan “نزل فلان في المدينة”, Si A tinggal di kota.
Dan sebelum diuraikan tentang pengertian “asbab al-Nuzul” lebih lanjut, maka perlu untuk diperhatikan bahwa istilah “sebab” di sini, tidak sama dengan istilah “sebab” yang dikenal dalam hukum sebab-akibat. Istilah “sebab” dalam hukum sebab-akibat mengandung pengertian keharusan adanya “sebab” untuk menimbulkan adanya “akibat”; dan suatu “akibat” tidak akan pernah terjadi tanpa ada “sebab” yang mendahului.
Dan bagi al-Qur’an, meski diantara ayatnya yang turun didahului oleh sebab tertentu, namun keberadaan sebab itu tidak mutlak adanya walaupun secara realita telah terjadi peristiwanya. Adanya sebab bagi turunnya al-Qur’an tak lain merupakan bentuk wujud nyata kebijaksanaan Allah SWT dalam memberikan petunjuk kepada hamba-Nya. Dengan adanya sebab yang mendahului, maka akan lebih tampak dan terasa kebenaran al-Qur’an selaku petunjuk yang sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan manusia.
Menurut Imam al-Zarkasyi sebab turunnya ayat al-Qur’an ada dua kemungkinan, yaitu: (a) adanya pertanyaan yang ditujukan kepada Nabi Saw; dan (b) adanya peristiwa tertentu yang bukan dalam bentuk pertanyaan.
Sedangkan dalam istilah ‘ulum al-Qur’an, ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ulama untuk memberikan batasan makna “Asbab al-Nuzul”. Diantaranya adalah:
(a) Menurut ‘Abd al-‘Azim al-Zarqani:
هو ما نزلت الآية أو الآيات متحدثة عنه أو مبينة لحكمه أيام وقوعه
“Asbab al-Nuzul adalah sesuatu, yang satu ayat atau beberapa ayat turun dalam rangka berbicara tentangnya atau menjelaskan ketentuan-ketentuan hukum yang terjadi pada waktu terjadinya peristiwa tersebut”.
(b) Menurut Dr. Subhi al-Shaleh:
ما نزلت الأية أو الآيات بسببه متضمنة له أو مجيبة عنه أو مبينة لحكمه زمن وقوعه
“Asbab al-Nuzul ialah sesuatu yang menjadi sebab turunnya satu atau beberapa ayat al-Qur’an yang terkadang memang mengandung peristiwa itu atau sebagai jawaban pertanyaan darinya atau sebagai penjelasan terhadap hukum-hukum yang terjadi pada saat terjadinya peristiwa tersebut”.
(c) Menurut Manna’ Khalil al-Qaththan:
ما نزل قرآن بشأنه وقت وقوعه كحادثة أو سؤال
“Asbab al-Nuzul adalah sesuatu yang menyebabkan turunnya al-Qur’an berkenaan dengannya pada waktu terjadinya, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi Saw”.
(d) Adapun M. Quraish Shihab memperjelas pengertian “asbab nuzul al-Qur’an” dengan cara memilah peristiwanya. M. Quraish Shihab menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan “asbab nuzul al-Qur’an” adalah: (1) Peristiwa-peristiwa yang menyebabkan turunnya ayat, di mana ayat tersebut menjelaskan pandangan al-Qur’an tentang peristiwa tadi atau mengomentarinya; (2) peristiwa-peristiwa yang terjadi sesudah turunnya suatu ayat, di mana peristiwa tersebut dicakup pengertiannya atau dijelaskan hukumnya oleh ayat tadi.
Meskipun berbagai definisi “asbab al-Nuzul” yang dikemukakan di atas tampak agak sedikit berbeda, namun secara substansial semuanya sepakat untuk menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan “asbab al-Nuzul” adalah suatu kejadian atau peristiwa yang melatarbelakangi turunnya suatu ayat. Dan ayat itu sendiri merupakan jawaban, penjelasan, dan penyelesaian dari pada permasalahan yang timbul dalam kejadian atau peristiwa tersebut.
“Asbab al-Nuzul” merupakan bahan-bahan sejarah yang mencakup peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa turunnya al-Qur’an (‘ashr al-Tanzil) yang dapat dipakai untuk memberikan keterangan-keterangan terhadap maksud dan pemahaman suatu ayat yang dilatarbelakanginya.
Bentuk-bentuk peristiwa yang melatarbelakangi turunnya al-Qur’an itu sangat beragam, diantaranya berupa: (a) konflik sosial, seperti ketegangan yang terjadi antara suku Aus dan Khazraj; (b) adanya suatu kesalahan fatal atau kesalahan pandangan yang membutuhkan arahan dan teguran, seperti kasus salah seorang sahabat yang mengimami sholat dalam keadaan mabuk; (c) adanya kasus pencemaran nama baik, seperti yang dituduhkan kepada salah seorang Umm al-Mukminin Siti ‘Aisyah ra; (d) adanya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Nabi Muhammad Saw, baik yang berkaitan dengan sesuatu yang telah lewat, sedang, atau yang akan terjadi.
SEJARAH ALQURAN
SEJARAH ALQUR’AN
1. Sejarah Pemeliharaan kemurnian AlQur’an
2. Tafsir AlQur’an karim
1. Periode Mutaqaddimin
2. Periode Muta’akhirin
3. Tafsir pada periode baru
3. Penterjemahan Alqur’an
4. Alqur’an dan Ilmu pengetahuan
1. Ilmu Bahasa Arab
2. Ilmu Syari’at
3. Sejarah.
4. AlHikmah dan Filsafah
4. AlHikmah dan Filsafah
ALQUR’AN SEBAGAI MU’JIZAT
1. ALQUR’AN SEBAGAI MU’JIZAT
1. ALQUR’AN SEBAGAI MU’JIZAT
2. Mu’jizat seperti yang dapat menghidupkan orang mati dan sebagainya yang diberikan oleh Allah swt kepada nabi Isa as
3. Mu’jizat yang diberikan oleh Allah swt kepada nabi Sulaiman as
4. Mu’jizat yaitu terletak pada Fashahah dan BalaghahnyaAGAMA
BEBERAPA AGAMA
1. Kristen
2. Yahudi
3. Budha
4. Hindu
5. Zoroaster
6. Khonghucu
7. Agama di dunia dan lain lain
AGAMA DARI LANGIT YANG LURUS.
1. Tiap tiap umat mempunyai Syariat tertentu.
2. Manusia satu umat yang memeluk Agama yang satu
3. Kewajiban Rosulullah menyampaikan Agama.
4. Pernyataan Allah tentang Ke Esaannya dan keadilannya serta Agama yang di ridhoi
5. Tidak ada paksaan dalam memasuki Agama Islam.
6. Islam adalah Agama fitrah, manusia menurut fitrah beragama tauhid dan islam sesuai fitrah manusia
7. Tak ada Rahbaniyah dalam Nasrani, Islam (Kerahiban) hanya diada adakan saja oleh orang nasrani
8. Janganlah kamu mati selain beragama Islam karena agama yang diridhoi adalah Islam
9. Kewajiban menjalankan Agama menurut kadar kemampuan manusia.
10. Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama dan mewasiatkan kepada semua para nabi / rosul dan janganlah kamu berpecah belah.
11. Masuklah kamu kedalam agama Islam secara keseluruhan.
12. Islam bukanlah Agama yang sempit
13. Keharusan menjaga tali persatuan Agama Allah
14. Kelebihan Umat Islam dari Umat umat yang lain
15. Agama Ibrahim adalah agama yang lurus sesuai dengan agama yang diturunkan kepada nabi terakhir
16. Sesungguhnya hanya kepunyaan Allahlah Agama yang bersih dari Syirk.
17. Akibat orang orang yang menjadikan Agama yang lurus dijadikan senda gurau
Langganan:
Postingan (Atom)

